Kebangkitan Nasional dan Hidup Yang Digilir …

Tak terasa, besok kita masuk ke tanggal 20-Mei-2008, hari di mana tepat 100 tahun lalu bangsa ini bertekad untuk menjadi bangsa yang maju, tidak terjajah oleh bangsa lain. Dua hal yang ingin saya utarakan di sini :

  1. Hari ini, bangsa ini masih tertinggal oleh bangsa lain, tak cukup dari pertandingan bulutangkis thomas-uber saja yang kalah, namun bangsa ini pun kalah sehingga masih sangat bergantung oleh bangsa lain dalam hal hutang negara yang mana apbn bangsa ini terus-menerus dibuat defisi oleh harga2 komoditi dunia, bangsa ini belum merdeka untuk mensejahterakan rakyat nya sendiri. Itu dari satu sisi, ekonomi. Belum dari sisi lainnya, akhlak. Bangsa ini semakin terperosok dalam hal kkn yang tiada habisnya, pergaulan bebas yang membuat banyak muda-mudi bersepakat mengaborsi jiwa tidak berdosa, dlsb. Semoga bangsa ini menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, saya tidak tahu salah siapa sehingga bisa begini kondisi bangsa ini. Tapi yang jelas, saya merindukan pemimpin yang bisa menjadi tumpuan kita semua untuk kita serahkan tanggung jawab mensejahterakan bangsa ini di pundak dia, persis seperti Umar bin Abdul Azis mensejahterakan rakyat nya. Ya 4JJl, segerakanlah kepemimpinan itu bagi bangsa Indonesia, Amin…
  2. 100 tahun yang lalu, saya membayangkan pada tahun 1908, ada pemuda seperti saya, berkisar umur 28 tahun, dan dia hidup di tengah masyarakatnya. Dia sekolah, atau mungkin dia bekerja, berkumpul dan bercanda-ria bersama teman-temannya. Pemuda itu, katakanlah namanya Sugeng, lahir pada tahun 1880. Sugeng tumbuh besar menjadi pemuda yang sangat enerjik pada tahun 1908, namun saat ini pada tahun 2008, saya tidak pernah berjumpa dengan Sugeng ini. Saya, Irfan, lahir pada tahun 1980, saat ini tahun 2008, saya menjadi pemuda 28 tahun yang menghabiskan waktu muda saya dengan berbagai aktivitas bersama teman-teman saya. Irfan tidak pernah bertemu dengan Sugeng. Seratus tahun yang akan datang, akan ada pemuda, katakanlah namanya Andre, yang lahir pada tahun 2080, yang tumbuh besar menjadi pemuda penuh semangat pada tahun 2108 pada usia 28 tahun. Andre tidak pernah bertemu dengan Irfan, dan Irfan tidak pernah bertemu Sugeng, apalagi Andre yang tidak pernah bertemu dengan Sugeng. Ada hal yang sama yang dilalui ketiga pemuda itu, mereka lahir, mereka tumbuh besar jadi pemuda, dan mereka wafat, namun mereka tidak pernah bertemu satu sama lain. Kita ada di mana ? Kita ada dalam salah satu slot kehidupan, ya hidup ini digilir oleh pemilik kehidupan, sebuah interval waktu di mana kita diuji dalam slot kehidupan itu. Ya 4JJl, jadikanlah Sugeng, Saya, dan Andre lulus dalam ujian hidup ini. Amin ….

Leave a Reply